Tidak semua perjalanan hidup berjalan lurus. Ada langkah yang tersesat, ada luka yang disembunyikan, dan ada masa lalu yang ingin dilupakan.
Allah Milik Kita Tanpa Memandang Cela mengisahkan perjalanan hati seorang hamba yang merasa jauh, kotor, dan tidak pantas untuk kembali. Dalam pergulatan batin itu, ia dihadapkan pada satu kenyataan yang menenangkan: bahwa kasih sayang Allah tidak pernah terbatas oleh dosa dan cela manusia.
Melalui kisah yang sederhana namun dalam, novel ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa pintu kembali selalu terbuka. Bahwa setiap manusia berhak untuk berubah, memperbaiki diri, dan mendekat—tanpa harus menunggu menjadi sempurna terlebih dahulu.
Buku ini bukan sekadar cerita, tetapi pelukan hangat bagi siapa saja yang pernah merasa gagal, jatuh, dan kehilangan arah.






Reviews
There are no reviews yet.